SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR TLP;(0541)2772019 HP/WA;0852.4690.2754 PINBB;D9844F83
Tuesday, February 8, 2011
Dijual Nissan Navara Tahun 2008 Warna Silver
Dijual Suzuki Esteem Tahun 1994 Warna Hitam
Dijual Kijang LGX Tahun 2000
Dijual Daihatsu Taruna CSX Tahun 2002
Hacker Bikin "Fan Page" Palsu Mark Zuckerberg
Kabar kalau halaman fan page Mark Zuckerberg, pendiri dan CEO Facebook berhasil disusupi hacker jadi perbincangan hangat. Belum ada penjelasan resmi apa yang terjadi sebenarnya. Kini yang berkembang adalah bermacam spekulasi dari para pengguna Facebook yang sempat melacak halaman situs web yang katanya sempat menulis pesan sindiran untuk Mark Zuckerberg. Satu-satunya bukti hanyalah screenshot yang dilaporkan situs web Techcrunch.com serta klaim beberapa orang yang sempat merekamnya. Halaman cache di search engine Google mapun Bing tak menyimpan pesan tersebut.
Spekulasi paling kuat, seseorang mungkin membuat alamat fan page palsu Mark Zuckerberg yang identik dengan fan page aslinya. Sebab, tak lama setAlah ada laporan fan page tersebut disusupi pesan dari hacker, banyak yang melaporkan halaman fan page dimaksud tak dapat diakses. Facebook mungkin telah mengatasi masalah fan page ganda dan kini telah berhasil mengatasinya dan membuat kedua alamat fan page bisa sinkron ke alamat yang sebenarnya.
Bahkan, salah seorang pembaca Techcrunch. com mengaku kalau link alamat situs web yang melaporkan adanya hacker yang menyusup itu tidak dapat di-share langsung ke Facebook. Saat akan di-share, muncul pesna bahwa link tersebut mengandung spam. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa tim teknis Facebook mencoba menghalangi agar berita tak tersebar. meski demikian, posting dari hacker di fan page yang diduga palsu terlanjur di-like ribuan orang.
Bahkan, ada spekulasi juga kalau Techcrunch.com sengaja membuat halaman palsu dan merekayasa berita sendiri. Sebab, alamat yang di-link situs web tersebut ternyata bukan ke halaman page melainkan ke halaman user. Facebook belum memberi komentar resmi atas berita tersebut.
Spekulasi paling kuat, seseorang mungkin membuat alamat fan page palsu Mark Zuckerberg yang identik dengan fan page aslinya. Sebab, tak lama setAlah ada laporan fan page tersebut disusupi pesan dari hacker, banyak yang melaporkan halaman fan page dimaksud tak dapat diakses. Facebook mungkin telah mengatasi masalah fan page ganda dan kini telah berhasil mengatasinya dan membuat kedua alamat fan page bisa sinkron ke alamat yang sebenarnya.
Bahkan, salah seorang pembaca Techcrunch. com mengaku kalau link alamat situs web yang melaporkan adanya hacker yang menyusup itu tidak dapat di-share langsung ke Facebook. Saat akan di-share, muncul pesna bahwa link tersebut mengandung spam. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa tim teknis Facebook mencoba menghalangi agar berita tak tersebar. meski demikian, posting dari hacker di fan page yang diduga palsu terlanjur di-like ribuan orang.
Bahkan, ada spekulasi juga kalau Techcrunch.com sengaja membuat halaman palsu dan merekayasa berita sendiri. Sebab, alamat yang di-link situs web tersebut ternyata bukan ke halaman page melainkan ke halaman user. Facebook belum memberi komentar resmi atas berita tersebut.
Virus Baru Pencuri "Password" Incar Pengguna Facebook
Para peretas telah membanjiri Internet dengan "spam" yang tercemar virus yang mengincar sebanyak 400 juta pengguna Facebook dalam upaya mencuri password perbankan dan mengumpulkan informasi lain yang sensitif.
Surat elektronik memberi tahu penerima, bahwa password di akun Facebook mereka telah diset-ulang, dan mendesak mereka mengklik "attachment" untuk memperoleh izin "login" baru, demikian penjelasan perusahaan pembuat perangkat lunak anti-virus McAfee Inc.
Jika "attachment" tersebut dibuka, maka beberapa jenis perangkat lunak jahat akan terunduh, termasuk satu program yang mencuri password, kata McAfee pekan ini. Para peretas telah lama mengincar pemakai Facebook, dan mengirimi mereka pesan tercemar melalui sistem surat elektronik internal milik perusahaan jejaring sosial itu sendiri. Dengan serangan baru itu, mereka memanfaatkan surat elektronik rutin Internet untuk menyebarkan perangkat lunak jahat.
Juru bicara Facebook mengatakan perusahaan tersebut tak dapat mengomentari kasus tertentu, tapi menyatakan perbaikan status yang dikirim oleh perusahaan itu di jejaringnya Rabu pagi memperingatkan pemakai mengenai surat elektronik yang mengandung virus tersebut dan menyarankan pengguna agar menghapus surat elektronik itu dan mengingatkan teman-teman mereka.
McAfee memperingatkan para peretas mengirim puluhan juta "spam" ke seluruh Eropa, Amerika Serikat dan Asia sejak aksi tersebut mulai berlangsung Selasa. Dave Marcus, Direktur McAfee Urusan Komunikasi dan Penelitian Malware, mengatakan ia menduga para peretas akan berhasil menulari jutaan komputer.
"Dengan Facebook sebagai daya pikat anda, sebanyak 400 juta orang berpotensi mengklik "attachment" tersebut. Jika 10 persen saja berhasil, maka sebanyak 40 juta orang jadi korban," katanya. Tulisan pada surat elektronik tersebut berbunyi "Facebook password reset confirmation customer support", kata Marcus.
Surat elektronik memberi tahu penerima, bahwa password di akun Facebook mereka telah diset-ulang, dan mendesak mereka mengklik "attachment" untuk memperoleh izin "login" baru, demikian penjelasan perusahaan pembuat perangkat lunak anti-virus McAfee Inc.
Jika "attachment" tersebut dibuka, maka beberapa jenis perangkat lunak jahat akan terunduh, termasuk satu program yang mencuri password, kata McAfee pekan ini. Para peretas telah lama mengincar pemakai Facebook, dan mengirimi mereka pesan tercemar melalui sistem surat elektronik internal milik perusahaan jejaring sosial itu sendiri. Dengan serangan baru itu, mereka memanfaatkan surat elektronik rutin Internet untuk menyebarkan perangkat lunak jahat.
Juru bicara Facebook mengatakan perusahaan tersebut tak dapat mengomentari kasus tertentu, tapi menyatakan perbaikan status yang dikirim oleh perusahaan itu di jejaringnya Rabu pagi memperingatkan pemakai mengenai surat elektronik yang mengandung virus tersebut dan menyarankan pengguna agar menghapus surat elektronik itu dan mengingatkan teman-teman mereka.
McAfee memperingatkan para peretas mengirim puluhan juta "spam" ke seluruh Eropa, Amerika Serikat dan Asia sejak aksi tersebut mulai berlangsung Selasa. Dave Marcus, Direktur McAfee Urusan Komunikasi dan Penelitian Malware, mengatakan ia menduga para peretas akan berhasil menulari jutaan komputer.
"Dengan Facebook sebagai daya pikat anda, sebanyak 400 juta orang berpotensi mengklik "attachment" tersebut. Jika 10 persen saja berhasil, maka sebanyak 40 juta orang jadi korban," katanya. Tulisan pada surat elektronik tersebut berbunyi "Facebook password reset confirmation customer support", kata Marcus.
Awas, Toko Online Gadungan di Facebook
Sejak makin populer digunakan sebagai layanan jejaring sosial, Facebook mulai dimanfaatkan pelaku bisnis untuk menawarkan barangnya secara online. Namun, belakangan ternyata banyak yang mencoba menyalahgunakan untuk melakukan penipuan.
Aksi yang mereka lakukan umumnya dengan membuat daftar barang dengan harga sangat miring. Harga yang ditawarkan pun bisa di bawah setengah harga normal barang resmi dengan foto-foto pendukung yang meyakinkan.
Namun, jika diteliti lebih lanjur ada yang mencoba menjual barang palsu. Misalnya, ada yang menawarkan tablet BlackBerry BlackPad. Padahal tak ada produk BlackBerry BlackPad. Nama tersebut hanyalah rumor sebelum RIM memberi nama tablet BlackBerry PlayBook. Itu pun baru baru tersedia beberapa bulan lagi.
Pelaku juga membuat disclaimer yang meyakinkan tidak ada tindak penipuan dalam transaksinya sehingga seolah-olah bukan toko online gadungan. Mereka juga menyediakan nomor telepon yang dapat dihubungi secara langsung kapan saja. Bahasanya pun hangat dan lihai melakukan penjebakan dengan cara apapun. Juga info meyakinkan bahwa pembeli bisa mengecek barangnya lewat layanan pengiriman barang seperti Tiki JNE.
Nama-nama yang dipakai macam-macam dari nama orang maupun nama toko. Alamat lengkap juga disertakan. Beberapa pelaku biasanya langsung menghapus atau mengganti nama akun Facebook-nya begitu tercium banyak orang telah melakukan tindak penipuan.
Namun, semua iming-iming tersebut hanyalah jebakan. Beberapa pengguna Facebook pernah menjadi korbannya. Misalnya, penipuan yang dialami Aprilia Paramitasari, seorang kompasianer, anggota jejaring blog Kompasiana. Dalam tulisannya beberapa waktu lalu, ia menceritakan pedihnya tertipu hanya karena iming-iming harga miring.
"Beberapa hari yang lalu, saya melihat iklan di Facebook dengan nama akun facebook Aulia Celluler Shop. Sebuah laptop merek Sony Vaio VPCEB16FG 14 inch baru dijual Rp. 3.750.000. Harga yang sangat murah untuk laptop merek tersebut," cerita dia.
Ia mengaku tidak berniat membelinya karena telah memiliki laptop. Namun, informasi tersebut direkomendasikannya kepada kakaknya yang kebtulan tengah butuh laptop. Alamat itu pun kemudian dikirimkan kepada sang kakak sebagai referensi.
"Melihat murahnya harga laptop tersebut, kakak saya tertarik untuk membelinya. Bakan tidak hanya kakak saya, tapi juga seorang temannya juga, serta pacar saya," lanjutnya.
Mendapat sambutan positif, ia pun menelepon pemilik toko online tersebut seperti tertulis di halaman akunnya. Ia mengaku penerima telepon menyambut ramah dan memintanya mengirim pemesanan dengan format SMS yang diminta. Setelah terkirim ada SMS jawaban untuk mentransfer harga yang diminta.
Ia mengakui kakaknya sempat curiga dengan toko onlien tersebut. Namun, ia mencoba meyakinkan bahwa untuk bertransaksi di toko online memang biasanya seperti itu. Bahkan, untuk meyakinkan sekali lagi, ia menelepon pemilik toko.
"Untuk meyakinkan kakak saya, saya menghubungi si penjual online dan meminta alamat toko mereka dan meminta nomor lain yang bisa dihubungi jika terjadi masalah dengan barang yang saya beli," ujarnya.
Jebakan di ATM
Setelah uang ditransfer, pemilik toko tak juga memberikan nomor resi pengiriman barang. Ia pun kembali menghubungi dan menagih nomor tersebut. Tapi, bukannya diberikan nomor resi, ia disuruh ke ATM.
"Dia mengatakan saya bisa mendapatkan no resi pengiriman barang jika saya pergi ke ATM, karena dia bilang dia melakukan transaksinya via internet banking dan dia akan memberi tahukan kepada saya bagaimana cara mendapatkan no resi tersebut jika saya telah ada di ATM," jelas dia.
Kontan ia menolak repot-repot karena setahu dia nomor resi tercantum di blanko pengiriman. Pemilik toko pun akhirnya bersedia memindai blanko pengiriman dan akan di-upload ke akun Facebook serta menge-tag dia.
"Tak berapa lama, saya diberitahu bahwa bukti resinya telah di upload dan di tag kan kepada saya, sambil si penjual meminta maaf karena dalam paket barang saya terdapat paket barang orang lain berupa sebuah Apple iPad. Saya bilang itu bukan kesalahan saya, dan kalau memang benar barang tersebut 'nyangkut' di paket saya, saya akan segera mengirimkannya kembali kepada mereka jika barang tersebut sudah di tangan saya. Si penjual pun setuju," lanjut dia.
Saat nomor resi dicek ke situs web penyedia jasa pengiriman dimaksud, ternyata tidak ada. Ketika ditanyakan, sang penjual pun tak merasa bersalah malah menyalahkannya karena tidak mau ke ATM sehingga barang tidak bisa terkirim. Ia pun masih mencoba berharap barang terkirim meski belum sampai.
Namun, ditunggu berhari-hari, barang yang dibeli tak juga datang. Ia pun mulai khawatir dan menelepon lagi nomor pemilik toko. Namun, sampai sekarang tak pernah lagi diangkat. Merasa jadi korban penipuan, ia berniat melaporkan tindakan tersebut ke polisi.
"Saya sudah berusaha menghubungi pihak penjual yang anehnya masih bisa, karena nomor handphonenya masih terus aktif, tetapi tidak mendapatkan tanggapan sama sekali. Saya sudah pasrah dan berusaha menguatkan hati untuk menerima yang telah terjadi serta menyiapkan diri untuk mengganti setiap kerugian yang timbul akibat kecerobohan saya," ujarnya.
Ia berharap apa yang dialaminya tersebut bisa menjadi pelajaran bagi pengguna Facebook lainnya. Modus yang sama bukan satu dua orang saja yang melakukannya, namun kini banjir di Facebook. Tentu tak semua toko onlien di Facebook fiktif. Pintar-pintarlah memilih toko online yang dipercaya. Andai tak mau membeli kucing dalam karung, membeli langsung secara offline saja.
Aksi yang mereka lakukan umumnya dengan membuat daftar barang dengan harga sangat miring. Harga yang ditawarkan pun bisa di bawah setengah harga normal barang resmi dengan foto-foto pendukung yang meyakinkan.
Namun, jika diteliti lebih lanjur ada yang mencoba menjual barang palsu. Misalnya, ada yang menawarkan tablet BlackBerry BlackPad. Padahal tak ada produk BlackBerry BlackPad. Nama tersebut hanyalah rumor sebelum RIM memberi nama tablet BlackBerry PlayBook. Itu pun baru baru tersedia beberapa bulan lagi.
Pelaku juga membuat disclaimer yang meyakinkan tidak ada tindak penipuan dalam transaksinya sehingga seolah-olah bukan toko online gadungan. Mereka juga menyediakan nomor telepon yang dapat dihubungi secara langsung kapan saja. Bahasanya pun hangat dan lihai melakukan penjebakan dengan cara apapun. Juga info meyakinkan bahwa pembeli bisa mengecek barangnya lewat layanan pengiriman barang seperti Tiki JNE.
Nama-nama yang dipakai macam-macam dari nama orang maupun nama toko. Alamat lengkap juga disertakan. Beberapa pelaku biasanya langsung menghapus atau mengganti nama akun Facebook-nya begitu tercium banyak orang telah melakukan tindak penipuan.
Namun, semua iming-iming tersebut hanyalah jebakan. Beberapa pengguna Facebook pernah menjadi korbannya. Misalnya, penipuan yang dialami Aprilia Paramitasari, seorang kompasianer, anggota jejaring blog Kompasiana. Dalam tulisannya beberapa waktu lalu, ia menceritakan pedihnya tertipu hanya karena iming-iming harga miring.
"Beberapa hari yang lalu, saya melihat iklan di Facebook dengan nama akun facebook Aulia Celluler Shop. Sebuah laptop merek Sony Vaio VPCEB16FG 14 inch baru dijual Rp. 3.750.000. Harga yang sangat murah untuk laptop merek tersebut," cerita dia.
Ia mengaku tidak berniat membelinya karena telah memiliki laptop. Namun, informasi tersebut direkomendasikannya kepada kakaknya yang kebtulan tengah butuh laptop. Alamat itu pun kemudian dikirimkan kepada sang kakak sebagai referensi.
"Melihat murahnya harga laptop tersebut, kakak saya tertarik untuk membelinya. Bakan tidak hanya kakak saya, tapi juga seorang temannya juga, serta pacar saya," lanjutnya.
Mendapat sambutan positif, ia pun menelepon pemilik toko online tersebut seperti tertulis di halaman akunnya. Ia mengaku penerima telepon menyambut ramah dan memintanya mengirim pemesanan dengan format SMS yang diminta. Setelah terkirim ada SMS jawaban untuk mentransfer harga yang diminta.
Ia mengakui kakaknya sempat curiga dengan toko onlien tersebut. Namun, ia mencoba meyakinkan bahwa untuk bertransaksi di toko online memang biasanya seperti itu. Bahkan, untuk meyakinkan sekali lagi, ia menelepon pemilik toko.
"Untuk meyakinkan kakak saya, saya menghubungi si penjual online dan meminta alamat toko mereka dan meminta nomor lain yang bisa dihubungi jika terjadi masalah dengan barang yang saya beli," ujarnya.
Jebakan di ATM
Setelah uang ditransfer, pemilik toko tak juga memberikan nomor resi pengiriman barang. Ia pun kembali menghubungi dan menagih nomor tersebut. Tapi, bukannya diberikan nomor resi, ia disuruh ke ATM.
"Dia mengatakan saya bisa mendapatkan no resi pengiriman barang jika saya pergi ke ATM, karena dia bilang dia melakukan transaksinya via internet banking dan dia akan memberi tahukan kepada saya bagaimana cara mendapatkan no resi tersebut jika saya telah ada di ATM," jelas dia.
Kontan ia menolak repot-repot karena setahu dia nomor resi tercantum di blanko pengiriman. Pemilik toko pun akhirnya bersedia memindai blanko pengiriman dan akan di-upload ke akun Facebook serta menge-tag dia.
"Tak berapa lama, saya diberitahu bahwa bukti resinya telah di upload dan di tag kan kepada saya, sambil si penjual meminta maaf karena dalam paket barang saya terdapat paket barang orang lain berupa sebuah Apple iPad. Saya bilang itu bukan kesalahan saya, dan kalau memang benar barang tersebut 'nyangkut' di paket saya, saya akan segera mengirimkannya kembali kepada mereka jika barang tersebut sudah di tangan saya. Si penjual pun setuju," lanjut dia.
Saat nomor resi dicek ke situs web penyedia jasa pengiriman dimaksud, ternyata tidak ada. Ketika ditanyakan, sang penjual pun tak merasa bersalah malah menyalahkannya karena tidak mau ke ATM sehingga barang tidak bisa terkirim. Ia pun masih mencoba berharap barang terkirim meski belum sampai.
Namun, ditunggu berhari-hari, barang yang dibeli tak juga datang. Ia pun mulai khawatir dan menelepon lagi nomor pemilik toko. Namun, sampai sekarang tak pernah lagi diangkat. Merasa jadi korban penipuan, ia berniat melaporkan tindakan tersebut ke polisi.
"Saya sudah berusaha menghubungi pihak penjual yang anehnya masih bisa, karena nomor handphonenya masih terus aktif, tetapi tidak mendapatkan tanggapan sama sekali. Saya sudah pasrah dan berusaha menguatkan hati untuk menerima yang telah terjadi serta menyiapkan diri untuk mengganti setiap kerugian yang timbul akibat kecerobohan saya," ujarnya.
Ia berharap apa yang dialaminya tersebut bisa menjadi pelajaran bagi pengguna Facebook lainnya. Modus yang sama bukan satu dua orang saja yang melakukannya, namun kini banjir di Facebook. Tentu tak semua toko onlien di Facebook fiktif. Pintar-pintarlah memilih toko online yang dipercaya. Andai tak mau membeli kucing dalam karung, membeli langsung secara offline saja.
Monday, February 7, 2011
Dijual Mobil Kuda Super Ecxeed Tahun 2000 Posisi Mobil Samarinda
Dijual Rumah di Jl. Batara Indah Samarinda
Dijual Rumah di Jl. Batara Indah Samarinda. Blok A4/A3 LT 12X27m2 LB 11X25m2, SHM, Fas 5KT, 2KM, RT, RK, Garasi PLN, PDAM, Tlp, Harga 1,2M Nego Bagi Yang SeriusHub; Telpon(0541)7751197 Sms/085246902754
Dijual Rumah Perumahan Ariesco Samarinda
Dijual Rumah Perumahan Ariesco Blok Bq Lb,36 Lt,150 Listrik 900w, PDAM, Bebas Banjir Harga 250Jt Hub; Telpon(0541)7751197 Sms/085246902754
Friday, February 4, 2011
Dijual Rumah Baru Beton Harga 150Jt Samarinda
Dijual Rumah Di Perbukitan Asri Ratindo Griya permai Jl. A.W Syahranie Samarinda
Thursday, February 3, 2011
Dijual Xenia Li Deluxe 2007 Posisi Mobil Samarinda
Tuesday, February 1, 2011
Dijual Sedan Opel Optima Tahun 1995 Poisisi Mobil Samarinda
Subscribe to:
Posts (Atom)











