Sabtu, 30 Oktober 2010

Dijual rumah diPerumahan PLN samarinda

dijual rumah jl.rapak indah PERUMAHAN PLN SAMARINDA. 2 lantai, 3 kamar tidur, 3 kamar mandi, ruang tamu, Dapur,parkir mobil, Kitchen set, PLN, PDAM, Telpon, SHM dan bebas banjir harga 650jt nego buruan harga bisa diatur hub;Telpon(0541)7751197 Sms/085246902754
http://samarinda.olx.co.id/tri-sultan-iid-133229495

Jumat, 29 Oktober 2010

Dijual All New jazz RS M/T samarinda

Dijual All New jazz RS M/T tahun 2008  warna silverstone KM 20.000 harga 197. juta posisi samarinda  nego anda minat hub.085246902754/sms
 klik http://samarinda.olx.co.id/tri-sultan-iid-133013698

Kamis, 28 Oktober 2010

Bisnis Kreatif Cocok untuk Perempuan

 Perempuan memiliki bakat, sifat disiplin, loyal, kerja keras, dan mampu mempengaruhi lingkungannya. Karakter ini bisa menjadi modal perempuan dalam berwirausaha, demikian menurut Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari, S.IP, dalam pelatihan Financial Literacy beberapa waktu lalu.Manfaat wirausaha usaha ini sangat luas, tidak sekadar menyokong penghasilan suami. Perempuan bisa memberdayakan dirinya sendiri, menyalurkan hobi, bersosialisasi, bahkan mungkin, menemukan "me time"-nya.

Memang ada bidang-bidang tertentu tidak dapat dilakukan oleh perempuan, mengingat peran ganda yang harus mereka jalankan dalam kehidupan. Sebaliknya, ada bidang khusus yang bisa dilakukan oleh perempuan kapan saja.

"Wanita dengan sifatnya yang halus, lembut, dan indah, dapat saja berwirausaha di bidang creative industry," lanjut Ir Budi Susanto, ketua acara The 2nd Indonesia Internasional Conference on Innovation, Enterpreneurship & Small Business di Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang, Rabu (14/7/2010) lalu.

Bidang fashion design, animasi, maupun memproduksi pernak-pernik rumah tangga yang berhubungan dengan keindahan rumah, dapat Anda lakukan. Sifat perempuan yang lebih teliti dan sabar melakukan pekerjaan yang membutuhkan ketrampilan, juga mendukung mereka terjun di dalam industri kreatif ini.
Dalam hal fashion design saja, banyak sekali objek yang bisa Anda jadikan sasaran. Tidak hanya pakaian, tetapi juga sepatu, tas, dan aksesori lain. Jika menguasai program-program desain, Anda juga bisa membuka usaha di bidang desain. Entah itu mendesain kartu undangan, logo perusahaan, membuat packaging, dan lain sebagainya. Pendek kata, dari tiga bidang kreatif tadi saja Anda bisa menguraikannya menjadi berbagai usaha.

Berbeda dengan kaum pria, perempuan juga dapat memulai wirausaha kapan saja. Anda bisa memulainya sebelum berkeluarga, ataupun setelah buah hati beranjak dewasa. Tidak terdapat batasan umur bagi Anda untuk memulai usaha.

Meskipun demikian, Anda juga harus dapat membagi waktu Anda dengan keluarga. Dengan memulai usaha, bukan berarti Anda melalaikan peran Anda dalam keluarga, bukan?

Rabu, 27 Oktober 2010

Juragan Lintah Beromzet Jutaan Rupiah

 Menjijikkan tapi menguntungkan. Begitulah slogan Midin Muhidin, pengusaha dari Depok, Jawa Barat, dalam mengibarkan usaha lintahnya. Di tangannya, binatang penghisap darah ini justru membawa berkah dan rezeki. Baru setahun lebih usahanya berjalan, ia sudah bisa mengantongi omzet hingga Rp 120 juta per bulan.Sebelum memulai bisnis lintah, Midin Muhidin adalah seorang karyawan di semuah perusahaan perakitan pompa minyak dan gas dengan jabatan document controller and HSE safety. Bosan menyandang status karyawan kantoran dengan rutinitas jam kantor dan penghasilan pas-pasan selama tujuh tahun, ia pun memutuskan untuk berwiraswasta.
Midin lantas meninggalkan pekerjaannya. "Dengan jam kerja yang fleksibel, membuat saya punya lebih banyak waktu luang bagi diri sendiri," kata Midin. Pria kelahiran 15 Juli 1972 ini kemudian berburu informasi mengenai komoditas yang paling menguntungkan untuk dibudidayakan. Sampai suatu ketika, Midin melihat peluang usaha lintah secara kebetulan.
Ceritanya, saat itu, dia mengantarkan orang tua angkatnya yang sakit stroke stadium tiga untuk terapi lintah di Depok. "Ajaib, setelah dua kali terapi, orang tua saya menunjukkan perubahan yang signifikan, hampir sembuh total dan bisa berjalan lagi," ujar Midin.
Sejak itu, ia mulai yakin khasiat terapi lintah. Dari hasil ngobrol sana-sini dengan banyak terapis lintah, ternyata mereka selama ini kesulitan mencari binatang penyedot darah itu karena pemasoknya masih jarang. Apalagi yang membudidayakan sendiri. "Saya pikir, ini peluang bisnis yang sangat bagus," kata Midin.
Akhirnya, Midin memulai usaha pada September 2009 dengan modal Rp 10 juta. Ia memakai dana ini untuk biaya renovasi lahan dan pembelian 500 indukan lintah seharga Rp 1,5 juta. Dia pun membangun badan usaha CV Enha Farm untuk peternakan lintahnya.
Beruntung, lahan budidaya lintah yang ia pakai seluas kurang dari satu hektare di daerah Limo, Depok milik saudaranya. Jadi, Midin tidak perlu membayar sewa. "Saya hanya menumpang lahan," ungkap dia.
Di awal-awal usaha, teman-temannya banyak meragukan keberhasilan budidaya lintah. "Bisnis lintah saat itu masih tergolong asing dan terapi lintah ketika itu juga belum banyak yang tahu," imbuhnya.
Tetapi, Midin jalan terus sambil mempelajari manfaat lintah sebagai alat terapi dari bermacam referensi secara otodidak. Hasilnya, terapi lintah ternyata sudah sangat populer dalam dunia kedokteran di pelbagai negara, seperti Rusia, China, Jerman, dan Prancis. Bahkan, menurutnya, bangsa Mesir kuno sudah mempraktekkan pengobatan alami ini. Fungsi lintah untuk mengisap darah kotor yang ada di dalam tubuh manusia. Itu sebabnya, terapi lintah bisa mengobati bermacam penyakit termasuk diabetes dan stroke. Saat lintah menyedot darah kotor, binatang tersebut juga melepas zat hirudinnya yang berfungsi sebagai antikoagulan yang dapat mencegah penggumpalan darah.
Tapi, tak sembarang lintah bisa dipakai untuk terapi. Hanya lintah jenis Hirudo medicinalis atau Hirudo spinalis yang bisa digunakan sebagai sarana terapi. Di Indonesia, lintah ini dikenal dengan nama lintah kerbau. Lintah kerbau hanya hidup di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Makanya, negara-negara barat selalu mencari lintah kerbau ke tiga negara tersebut dengan jumlah permintaan yang tinggi. "Thailand dan Malaysia sudah lebih dulu mengekspor lintah," tutur Midin.
Menurut Midin, budidaya lintah cukup mudah lantaran tidak membutuhkan lahan yang luas. Biaya budidaya pun sangat murah. Ia bisa menampung sekitar 1.000 ekor lintah dalam satu bak berukuran 2x3 meter hanya dengan memberi pompa oksigen. Air diganti setiap dua pekan sekali. Risiko paling besar hanya polutan seperti asap rokok yang mampu menimbulkan risiko kematian si lintah.
Pakan lintah antara lain belut hidup. Lintah menghisap darah belut saban dua pekan. Perhitungannya, 20.000 lintah butuh 4 kilogram belut yang harga sekilonya Rp 52.000. Pembiakan hewan hermaprodit ini gampang saja, karena cepat berkembang biak. Alhasil, dua bulan pertama mengawali usaha, Midin sudah mendapatkan banyak lintah. Panen pertama, dia meraih omzet Rp 50 juta.
Kewalahan memenuhi lintah kering
Permintaan lintah untuk terapi memang sangat banyak. Di bulan ketiga, Midin sudah mencetak omzet hingga Rp 75 juta. Sebulan kemudian, penjualannya mencapai Rp 100 juta. Di awal tahun 2010, CV Enha Farm sudah mencatat penjualan lintah Rp 120 juta per bulan.
Ia menjual 10.000 lintah per pekan untuk terapi dengan harga Rp 3.000 per ekor. Dari total penjualan Rp 120 juta sebulan, Midin mengantongi keuntungan hingga separuhnya, Rp 60 juta.
Kesuksesan yang diraihnya dalam waktu sekejap membuat banyak orang terinspirasi mengikuti jejaknya. Kini, bermunculan pembudidaya hewan pengisap darah ini. Namun, Midin tak menganggapnya sebagai saingan. "Saya yakin setiap pembudidaya sudah memiliki jaringan masing-masing," ujar pria 39 tahun ini.
Lagipula, ia yakin pasar untuk lintah dan berbagai produk turunannya masih terbuka lebar. "Pasokan dari pembudidaya masih belum cukup memenuhi permintaan," ujar Midin.
Midin sudah memasok lintah ini untuk banyak terapis di seluruh Indonesia. Para terapis sendiri lebih gampang mendapat pasokan. Sebelum Midin memasok secara rutin, para terapis ini harus mencari lintah dari alam. "Lintah-lintah itu harus dikarantina dulu supaya lebih higienis untuk terapi," kata Midin. Sementara lintah-lintah dari Enha Farm lebih terjaga kebersihannya.
Midin juga mempromosikan usahanya ke pasar ekspor melalui situs lintahindonesia.com. Dari situs inilah beberapa permintaan lintah kering masuk.
Awal tahun 2010, Midin pun sudah mengekspor lintah kering ke berbagai negara sambil memasok lintah untuk terapis lokal. Dalam sepekan, Midin menjual 10.000 lintah berumur delapan bulan hingga lima tahun ke terapis lokal. Selain itu, Midin pun menjalin kerjasama dengan produsen minyak lintah lokal. Kini, kerjasama dengan pengolah minyak lintah ini sudah berjalan dua tahun.
Midin pun pernah mengirim 50 kilogram lintah kering untuk bahan baku kosmetik ke China. Lintah-lintah kering ini akan diolah kembali menjadi tepung. Puas dengan lintah-lintah kering yang dikirim Midin, pembeli dari China ini menginginkan pasokan kontinyu. Midin pun mendapat pesanan satu ton lintah kering per bulan dengan masa kontrak dua tahun. "Tapi terpaksa saya tolak karena tidak ada stok," kata Midin.
Padahal, lintah-lintah yang berasal dari Indonesia termasuk lintah kelas mahal dan berkualitas. Kondisi lembab dan curah hujan yang cukup stabil membuat lintah betah tinggal di Indonesia. Lintah tumbuh baik pada wilayah beriklim tropis dengan kelembaban 30 persen.
Karena keterbatasan kapasitas produksi itulah kini Midin hanya mengekspor rutin ke Korea Selatan 500 kilogram lintah kering tiap bulan. Untuk mendapatkan 500 kilogram lintah kering, Midin harus menyediakan 2,5 juta lintah basah.
Proses pengeringan lintah ini cukup sederhana. Midin hanya perlu menjemur lintah yang minimal berusia enam bulan di basah terik matahari. Penjemuran ini memakan waktu sehari hingga kering. Midin bilang, harga lintah kering di pasar internasional berkisar antara 250 dollar AS hingga 400 dollar AS per kilogram. Jadi, sebulan Midin bisa mencetak pendapatan ekspor lintah kering ini hingga Rp 1,8 miliar.
Meski sudah mengekspor lintah kering, Midin tetap melayani para terapis lintah yang sudah menjadi langganannya. "Karena permintaan ini datang setiap hari," kata Midin. Lagipula, kalau dihitung-hitung, harga lintah segar untuk terapi ini lebih bagus daripada harga lintah kering ekspor.
Selain memasok bahan mentah dan setengah jadi, Midin pun berniat memproduksi produk turunan lintah. Saat ini, produk-produk turunan lintah Midin sedang dalam proses sertifikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan. Sejak November 2010 lalu Midin sudah tidak sendirian memasok lintah untuk berbagai kebutuhan dari peternakan sendiri. Ia mengajak puluhan petani umuk bermitra dengannya. Ia pun memberi pelatihan. Kini, para petani sudah memasok lintah secara rutin.
Tumbuh cepat dengan kemitraan
Meski kekurangan pasokan, Midin tak lantas kekurangan akal. Lahan miliknya yang terbatas membuat ia membuka peluang kerjasama bagi pembudidaya lintah dari daerah yang lain.
Kemitraan ini mulai November 2010. Awalnya, Midin menggelar seminar dan pelatihan dua hari tentang budidaya lintah. Ternyata, peminatnya banyak. Namun, ia hati-hati memilih mitra. "Saya membatasi 50 orang saja," katanya.
Midin mensyaratkan mitra yang kemudian disebut sebagai mitra Enha harus memiliki lahan minimal 50 meter persegi. "Kalau di daerah kan masih banyak lahan kosong," ujar dia.
Alasan lain Midin berkongsi dengan mitra di daerah adalah untuk mendapat hasil yang maksimal. Sebab, lintah perlu suasana yang sunyi dan minim gangguan. Cuaca di pinggiran Jakarta yang penuh polusi, misalnya, sudah tidak cocok lagi untuk tempat hidup clan berkembang lintah. "Lintah kan tidak bisa hidup di air berkaporit," imbuhnya. Air tempat hidup si lintah haruslah air tanah.
Selama ini, Midin membudidayakan lintah di kolam-kolam dan bak buatan. Tetapi, binatang pengisap darah ini juga bisa dikembangbiakkan di dalam kolam kanvas dan polytank. Hanya saja, kolam-kolam ini harus diisi tanah, bebatuan, dan tanaman seperti eceng gondok agar si lintah betah. Lintah juga harus dijauhkan dari polutan. seperti tembakau, cat, tiner, garam, dan alkohol. Polutan-polutan ini bisa mengakibatkan lintah mati.
Hingga kini, 50 petani lintah yang tersebar di Sumatra, Kalimantan, Bali, Lombok, dan Papua sudah menjadi mitra Enha. Midin bilang, sistem kerjasama yang ditawarkannya sangat menguntungkan. Mitra Enha wajib memasok lintah yang dalam tiga bulan pertama tidak ditentukan jumlah minimalnya. Midin akan membeli lintah-lintah itu seharga Rp 3.000 per ekor dikurangi biaya 30 persen. "Setiap lintah saya beli dengan harga Rp 2.100," katanya.
Dengan kemitraan ini, Midin tak Iagi kesulitan mencari pasokan lantaran para mitra rata-rata mengirim 5.000 lintah per bulan. Omzet mitra Enha sekitar Rp 10 juta sebulan. Sementara, Midin bisa mengumpulkan 500.000 lintah dari pelbagai sumber. la mengatakan, saat ini, pasokan lintah dari para mitra sekitar tiga perempat dari total produksi Enha Farm setiap bulannya.
Kerjasama dengan para mitra ini tak berhenti sampai di situ saja. Setelah lewat waktu percobaan tiga bulan kemitraan. Alidin menetapkan target setoran lintah. Tujuannya. agar bisnis berjalan lebih stabil. Namun hingga kini, ia belum menentukan jumlah minimal setoran lintah itu.
Sukses dengan kemitraan tahap pertama, Midin berniat kembali membuka pendaftaran untuk kerjasama dengan mitra Enha baru. "Mungkin dalam waktu dua tiga bulan ke depan," ujarnya.
Kemitraan baru ini sangat penting. Soalnya, meski pasokan lintah makin bertambah, permintaan lintah kering untuk pelbagai pasar masih besar. Kalau kapasitas produksinya bertambah, ia bakal bisa memenuhi pesanan industri kosmetik di China dan Korea Selatan. "Saat ini, terutama China sedang gencar-gencarnya mengembangkan produk turunan lintah untuk kecantikan," imbuh Midin.
Ia menambahkan, potensi pasar lintah kering di Negeri Tembok Raksasa mencapai enam ton per bulan. Namun, kalau tidak bisa memenuhi permintaan secara kontinyu, ia tidak bisa mengekspor lintah kering ke China. Selain berkongsi dengan mitra, Midin juga akan menambah produksi lintah dengan menambah lahan milik sendiri. Ia mengincar lahan seluas 12 hektare di Sukabumi. Namun, dia masih terkendala masalah dana. "Usaha lintah kan termasuk usaha yang aneh, jadi kami sulit mencari pendanaan," katanya yang masih mengandalkan modal sendiri.

tanah dijual perumahan pln samarinda

di jual tanah ukuran 10X20 jalan Rapak indah/ jalan jakarta perumahan PLN samarinda kalimantan timur
harga Rp.45.000.000 nego bagi yang berminat hub; 085246902754/sms
untuk lihat photo klik  http://bit.ly/w56yQc

Jumat, 22 Oktober 2010

Dijual Rumah di Perumahan Korpri Samarinda

dijual rumah posisi jl.jakarta perumahan korpri samarinda lb 12 pj 18 kamar tidur 3 harga 650jt nego anda berminat ....085246902754/sms
http://samarinda.olx.co.id/tri-sultan-iid-133024229

Kapan Facebook Hadir di Indonesia?

 Keputusan Facebook membuka dua kantor pemasaran di Singapura dan Hong Kong menyisakan satu pertanyaan: Kapan perusahaan milik Mark Zuckerberg ini akan membuka kantor perwakilan di Indonesia?Berdasarkan data statistik yang dirilis CheckFacebook.com, Rabu (9/2/2011), Indonesia adalah pengguna Facebook terbesar kedua dunia dengan total pengguna mencapai 35 juta. Negara berpenduduk 230 juta orang ini hanya kalah dari Amerika Serikat yang jumlah pengguna Facebook-nya hampir 150 juta.
Situs web yang setiap hari meng-update jumlah pengguna Facebook ini bahkan mencatat populasi pengguna Facebook Tanah Air mencapai seratus persen. Artinya, semua pengguna Internet di Indonesia memiliki akun Facebook.
Dengan jumlah sebanyak itu, komunitas Facebooker Indonesia merajai kawasan Asia. Singapura yang menjadi tempat pertama kantor pemasaran di Asia hanya memiliki 2 juta pengguna Facebook. Sedangkan pengguna Facebook di Hong Kong hanya mencapai 3,7 juta orang.
Pertumbuhan Facebook selama dua tahun terakhir juga sangat besar. Seperti dikutip blog Nick Burcher, dalam dua tahun terakhir (2008-2010), pengguna Facebook di Indonesia tumbuh delapan ribu persen lebih (8223,2%). Bila pada bulan September 2008 jumlahnya hanya 322 ribu pengguna, pada September 2010, angka tersebut naik menjadi 26,8 juta pengguna.
Melihat begitu besarnya pengguna Facebook di Indonesia, kenapa Facebook belum juga membuka kantor di Indonesia? Di antara raksasa internet baru Yahoo! yang sudah mengembangkan sayap bisnisnya dengan membuka kantor perwakilan di Indonesia. Google sejauh ini juga belum membuka perwakilan di Indonesia meski sudah menjalin kerja sama untuk mendistribusikan produknya dengan perusahaan mitranya di Tanah Air.

dijual honda genio murah di samarinda

dijual honda genio th 93 full modifikasi fasilitas ac, cd, vr18 pw, knalpot doble pokonya gaul abiss... harga 75.jta nego.......serius 085246902754/sms

Rabu, 13 Oktober 2010

kami membeli motor anda dengan harga mahal


Anda mau jual motor / tukar tambah/ atau mencari motor dengan harga murah silahkan hubungi no ini 085246902754/sms.Kami membeli dengan harga mahal motor merek apa aja . info ini khusus wilayah samarinda /KT